Minggu, 03 Januari 2010

Pulau Maharo: Nirwana Pasir Putih tak berpenghuni

www.tips-fb.com Share on Twitter

Sebuah sajian eksotisme bahari terpendam di kumpulan pulau-pulau kecil dalam kluster Buhias. Sebuah kluster yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Klaster Buhias merupakan kumpulan dari rangkaian beberapa pulau yang seolah tercampakan di lautan yang mengepungnya. Beberapa pulau memang menjadi tempat kehidupan masyarakat seperti Pulau Buhias sendiri, Pulau Pahepa, Pulau Tapile. Namun beberapa pulau kecil lainnya hanya menjadi tempat singgah nelayan.
Salah satu pulau yang tak berpenghuni adalah Palau Mahoro. Berada pada garis paling luar peta administrasi Kab. Kepl. Siau Tagulandang Biaro, Pulau Mahoro menjadi titik paling timur dari kabupaten yang baru berusia 2 tahun ini.



Dengan perahu nelayan bermesin katinting, Pulau Mahoro dapat dijangkau dalam waktu sekitar 90 menit dari Pelabuhan Ulu Siau. Jika kita dapat menyewa speed boat, Pulau yang tersembunyi di balik Pulau Buhias ini dapat dijangkau hanya dalam waktu 15 menit.
Lepas dari Pelabuhan Ulu Siau, perjalanan akan dilatar belakangi oleh Gunung Api Karangetang. The real volcano ini seolah menegaskan, bahwa anda berada di wilayah kekuasaannya. Seiring Gunung Adat orang Siau yang semakin mengecil, perjalanan akan mendekati Pulau Buhias. Mengambil jalur samping kiri, anda akan disuguhkan oleh pulau-pulau batu nan cantik.
Seolah menyembul dari laut, pulau-pulau batu tersebut menjadi tempat ombak melepaskan keangkuhan buihnya. Batu-batu itu menjadi tebing yang menggoda untuk ditaklukan. Sediakan nyali saja, dan anda bisa mengexplore sepuasnya.



Lepas dari Pulau Buhias, pemandangan sungguh tersaji dengan eloknya. Pulau-pulau terhampar membentuk setengah lingkaran dengan Pulau Mahoro berada paling ujung sebelah kiri. Perahu kami merapat di bagian baratnya. Terdapat sebuah goa sarang burung walet. Sayang air lagi pasang, sehingga Explore Indonesia tidak bisa masuk kedalamnya. Goa sarang burung walet ini juga menjadi salah satu daya tarik Pulau Mahoro.



Pasir Putih
Setelah cukup puas menyaksikan Goa Sarang Burung Walet dari arah laut, perahu diarahkan ke samping kanan pulau. Dan tersajilah eksotisme pasir putih yang sangat cantik. Berbeda dengan pasir putih di pulau lainnya, Pasir putih di Pulau mahoro menjadi spesial karena pulau ini tidak berpenghuni. Sehingga, Explore Indonesia sengaja membawa dua “bidadari” asli Siau untuk menambah indahnya suasana pantai.



Mendekati pantai, anda akan disajikan dengan hamparan karang yang terhampar didangkalnya air. Hamparan karang ini menjadikan warna air laut disekitar Pulau Mahoro berwarna hijau. Tak heran, tempat ini menjadi salah satu tempat snorking favorit turis asing jika datang ke Siau.
Perahupu pun merapat ke pantai. Dan telapak kaki dimanjakan oleh halusnya pasir putih. Tak tahan oleh godaan pantai yang eksotis ini, Explore Indonesia langsung menelusuri pulau yang terbilang kecil ini. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat layak untuk dipromosikan. Sebab jika anda beristrirahat di pantai, akan tersaji di depan mata beberapa pulau kecil. Seolah pulau-pulau tersebut membentengi laut yang ada disekitar Pulau Mahaoro.



Keberadaan pulau-pulau tersebut, membuat perairan laut yang ada di depan pantainya menjadi tenang. Sehingga sangat cocok untuk dijadikan tempat bermain jet ski atau olahraga air lainnya. Atau jika anda memang tergoda untuk menikmati laut yang tenang tersebut, sewalah alat pancing sejak dari Pulau Siau. Sebab keberadaan terumbu karang yang ada membuat banyak jenis ikan enggan pergi.



Setelah puas menjelajahi pantai dan memotret, Explore Indonesia akhinya kembali ke Pulau Siau dengan perahu nelayan yang disewa. Walau explorasi yang dilakukan sangat singkat, namun sangat berkesan. Pulau Mahoro menyimpan potensi wisata yang sayang untuk tidak digarap. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Mey Welang memberi kepastian, “kami memang sedang mempersiapkan konsep pengelolaan sektor pariwisata di daerah ini. Hanya saja butuh waktu, karena Sitaro baru 2 tahun menjadi kabupaten.” Tegasnya.



“Pulau Mahoro menjadi salah satu tempat yang akan menjadi prioritas dalam pengembangan kami.” Lanjut ibu cantik ini. Memang harus diakui pula, banyaknya perhatian pada sektor lain yang diberikan oleh Pemkab Sitaro menjadikan pengembangan sarana dan fasilitas pariwisata menjadi lambat. Namun demikian, instansi terkait seperti Bappeda dan Disperindag harus secara intens mempromosikan potensi industri wisata di Kab. Kepl. Sitaro.
“Jika memang pemerintah daerah belum sanggup menyediakan dana dalam menggarap objek-objek wisata, sebaiknya undanglah investor untuk mengembangkannya.” Harapan Robby Lapasa salah seorang warga Siau.



Pulau Mahoro memang sebuah nirwana. Tempat bermanja yang jauh dari kebisingan dan polusi. Disana hanya ada suara angin dan deru ombak. Yang ada hanya nyiur melambai memberi keteduhan dan pasir putih nan halus sebagai tikar alam tempat bermanja. Pulau Mahoro menggoda untuk didatangi kembali. Tapi semoga, dia tidak datangi oleh keserakahan budaya modern manusia. Biarlah Pulau Mahoro dan pulau-pulau “virgin” lainnya tetap menjadi surga dari warisan alam indonesia dan kaya ini. Kita boleh meng-eksplore-nya, tapi dengan konsep keseimbangan alam.


sumber : http://www.sitaro.wordpress.com


Jumat, 01 Januari 2010

PANTAI PASIR PADI: Pesona Keindahan Pantai Bangka Belitung

www.tips-fb.com Share on Twitter
Kepulauan Bangka Belitung atau lebih populer dengan sebutan Babel merupakan provinsi baru dari pecahan Sumatera Selatan. Kepulauan dengan luas 81.724,74 km2 dan berpenduduk 1.000.177 jiwa ini merupakan provinsi yang kaya akan wisata baharinya. Dengan ibukota Pangkal Pinang yang disahkan pada 9 Februari 2002, Kepulauan Babel sejak dahulu terkenal dengan hasil tambang timah dan lada putihnya.

Membicarakan akan wisata baharinya, Babel mempunyai beberapa pantai yang sangat begitu indah dan mempesona. Pantai Pasir Padi merupakan salah satu dari sekian pantai yang menyimpan keindahan yang sangat menawan. Bagi warga Pangkalpinang, kota berpenduduk sekitar 134.000 jiwa, Pasir Padi merupakan satu-satunya tempat wisata pantai di kota itu. Pantai ini terletak di Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang. Pantai yang menghadap Laut Cina Selatan ini memiliki dasar pantai landai sejauh 100-300 meter ke arah laut. Ombak laut yang begitu tenang membuat pantai itu terasa aman untuk mandi.


Decak kagum terasa ketika melihat keindahan pemandangan pantai dengan lautnya yang membiru serta berpasir bersih memanjang sejauh mata memandang. Sebuah keindahan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Di pantai ini selain berenang, para wisatawan juga bisa berlayar menuju dua pulau kecil yang terletak sekitar 2 mil dari bibir pantai dengan menggunakan perahu-perahu layar milik nelayan. Dua Pulau tersebut yaitu; Pulau Panjang dan pulau Semajun. Di Pulau Panjang kita bisa melihat kesibukan para keluarga nelayan serta membeli dan menikmati hasil tangkapan mereka seperti; ikan, kepiting, dan sebagainya. Lain halnya di Pulau Semajun, sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni.


Jika hari-hari libur, pantai ini dipenuhi oleh para pengunjung yang ingin berenang atau merasakan hangatnya matahari dengan berjemur. Selain itu, pengunjung rutin yang menikmati keindahan pantai itu adalah puluhan anak muda yang bertempat tinggal di desa-desa sekitar pantai. Mereka datang bukan untuk mandi di pantai atau sekadar berjemur, tetapi bermain sepak bola.


Di pantai mobil-mobil para pengunjung pun dengan bebas berlalu lalang di hamparan pasir pantai. Kerasnya pasir pantai, baik yang basah maupun yang kering, menyebabkan roda tidak amblas ke dalam pasir. Pantai ini pun sering dijadikan arena adu balap motor. Fasilitas-fasilitas penunjang seperti, tempat penginapan, restoran dan tempat pemancingan terdapat disana.
Sebagai propinsi kepulauan, Bangka Belitung memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang pariwisata bahari. Hampir semua pantai di Kepulauan ini adalah merupakan tipikal pantai santai yang berpasir putih dengan ombak yang sangat tenang. Pantai-pantai yang sangat landai tersebut masih sangat bersih dan alami karena tingkat polusi tanah dan air yang belum terlalu besar di lingkungan pesisir.


sumber : http://www.explore-indo.com/

Indahnya Pulau Belitung

www.tips-fb.com Share on Twitter

Visit to babel archipelago 2010 merupakan bukti bahwa pariwisata babel ini memang patut untuk di perhitungkan diindonesia khususnya pulau belitung.biasanya orang hanya mengenal bali,lombok,dan sebagainya.seiring dengan perkembangan, pulau belitung yang dulu tidak dikenal kini telah mengubah fenomena tersebut.
Fenomena laskar pelangi merupakan salah satu aset pulau belitung yang sangat membanggakan.karena laskar pelangilah orang-orang banyak mengenal belitung.bahkan sebutan belitung pun sekarang telah sedikit berubah seperti belitong (sebutan masyarakat asli), kota laskar pelangi yang semua sebutan ato julukan itu bukan diperoleh dari orang-orang belitung itu sendiri melainkan dari orang luar belitung.
Lihat saja keindahan pasir putih dan bebatuan tanjung tinggi, tanjung kelayang, bahkan pulau lengkuas yang dijadikan shooting video klip nidji laskar pelangi

Bagi mereka yang belum pernah ke pulau belitung tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk berlibur menikmati indahnya wisata pantai.lagipula pilihan kuliner nya juga banyak kok.jadi jangan ragu untuk jalan-jalan keBelitung.

Memang tidak salah jika anda berlibur ke belitung, karena jarak yang sangat dekat dari jakarta, cuma 45 menit menggunakan pesawat. Jadwal penerbangannya pun setiap hari dengan 3 maskapai penerbangan yaitu sriwijaya air, batavia air, dan linus air membuat para pelancong tinggal memilih sesuai dengan kocek mereka dalam hal pesawat.

Bahkan dalam hal penginapan pun di sana sangat-sangatlah dari hotel sampai losmen pun ada. Dan lagi-lagi anda tinggal memilih sesuai kocek anda. Belitung juga memiliki alternatif pilihan wisata selain pantai seperti wisata air terjun dan masih banyak lagi pilihan dalam berwisata di belitung ini yang tidak bisa disebutkan satu demi satu.Menikmati keindahan pantai belitung yang sangat indah dengan bebatuannya memang belum cukup tanpa mencicipi kuliner khas dan membawa oleh-oleh dari pulau laskar pelangi ini sehingga perjalanan anda ke belitung benar-benar menyenangkan.
Untuk masalah kuliner belitung ini lebih banyak menu laut seperti ikan, kepiting, udang. namun bagi yang tidak suka menu laut tidak perlu khawatir,di sana pun juga ada masakan-masakan dari olahan yang lain. adapun masakan khas dari belitung ini adalah gangan yang bumbu utamanya berupa kunyit.Dan untuk oleh-oleh belitung biasannya pelancong dikatakan belum ke belitung kalau belum membawa batu satam yang konon katanya hanya ada di pulau belitung dan kerupuk khas belitung (baca:peletek).

Lengkap sudahlah perjalanan anda untuk berwisata ke belitung. Jadi jangan ragu untuk sekedar main ke pantai yang eksotik tersebut.Tunggu tulisan saya berikutnya untuk belitung.semoga bermanfaat.

BELITUNG PILIHAN WISATA AKHIR PEKAN

www.tips-fb.com Share on Twitter
Kesibukan sehari-hari tentunya membuat kita jenuh dalam beraktivitas. Sedangkan waktu yang luang untuk bersantai bersama keluarga sangatlah singkat. Kalau harus ke luar negeri tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan berwisata di dalam negeri, ditambahbah lagi membutuhkan biaya yang lebih tinggi walaupun bukan masalah bagi kalangan tertentu.
Mengapa tidak mencoba ke BELITUNG ????????
Hanya membutuhkan waktu 45 menit dari JAKARTA, anda akan menemukan ketenangan dan kenyaman bersama keluarga.
Hanya membutuhkan 2 hari saja, anda akan lupa dengan kesibukan dan kemacetan kota metropolitan. Berangkat sabtu pagi dari JAKARTA, dan kembali MINGGU sore dari BELITUNG. Anda sudah bisa menikmati keindahan Pulau-pulau yang exotik dengan lekukan garis pantai dan formasi bebatuan granit yang menjulang tinggi. Tidak hanya itu saja, bagi anda penggemar LASKAR PELANGI, anda juga berkesempatan untuk mengunjungi sekolah Muhammadiyah Gantong dan komplek gedong yang mengingatkan kita tentang kehidupan Belitong tempo dulu.
Disamping itu juga, berwisata ke BELITUNG sangatlah terjangkau bagi siapaun.
Jangan ragu dengan pilihan anda. Mengapa tidak coba BELITUNG, hanya 45 menit dari JAKARTA

BELITUNG SURGA FOTOGRAPHER dan PECINTA PANTAI

sumber : http://belitungisland.indonesiatravel.biz

Rabu, 07 Oktober 2009

Surga Tersembunyi di Minahasa Tenggara

www.tips-fb.com Share on Twitter

Selama ini, kalau berbicara soal pariwisata di Sulawesi Utara, yang terlintas di pikiran adalah Taman Nasional Laut Bunaken, salah satu primadona diving di dunia.

Sesungguhnya, selain Bunaken dengan keindahan taman lautnya, masih banyak tempat wisata yang tidak kalah menarik untuk disambangi.

Tidak jauh dari Bunaken, sekitar dua jam berkendara, terdapat Kabupaten Minahasa Tenggara yang diam-diam menyimpan sejuta pesona.

Ada Teluk Buyat, Pantai Bentenan, Pantai Lakban, Danau Bulilin, Pasak Wanua (batu yang dijadikan alat pengesahan terbentuknya satu desa pada jaman dahulu) dan Bukit Pengharapan.

Minahasa Tenggara adalah kabupaten yang baru, pemekaran dari Minahasa Selatan yang disahkan 10 bulan lalu.

"Sebagai daerah baru, Minahasa Tenggara belum banyak dikenal. Padahal banyak potensi yang bisa digali, seperti pertanian, perkebunan dan pariwisata," kata Pnj Bupati Albert Lontoh dalam jumpa pers pameran Discovering Southeast Minahasa di Plasa Senayan, Jakarta, Jumat (4/5).

Sementara itu, Michael Sukri, dari OdyDive, mencontohkan, pemandangan bawah laut di Teluk Buyat tidak kalah indahnya dengan Bunaken. "Terumbu karangnya juga masih rapat, karena selama ini Buyat belum dibuka untuk obyek wisata," ujarnya.

Oleh karena itu, digelar pameran foto Minahasa Tenggara sebagai bagian dari upaya mempromosikan pariwisata di daerah yang memiliki 6 kecamatan dan 76 desa tersebut.

Pameran yang diselenggarakan pada 4-6 April 2008 di Plasa Senayan, merupakan kerjasama antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Minahasa Tenggara, OdyDive, PT Newmont Minahasa Tenggara, dan fotografer.net.

"Pameran ini menarik karena dibuat oleh fotografer media massa yang sehari-hari membuat berita foto. Dari ratusan foto, kami menyeleksi 34 foto terbaik," kata Kristupa Saragih, pendiri situs fotografer.net.

Diharapkan, dengan adanya pameran foto ini, dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya di luar Sulawesi Utara untuk mengunjungi tempat-tempat pariwisata di Minahasa Tenggara.

Gunung Kidul, City of Beach

www.tips-fb.com Share on Twitter

ImageAPA yang terlintas di benak Anda jika mendengar Gunung Kidul? Kering dan tandus? Jika iya, Anda memang tidak salah. Namun, wisata pantai di daerah ini patut Anda kagumi.

Gunung Kidul berada pada deretan Pegunungan Selatan atau juga Pegunungan Sewu. Daerah ini merupakan perbukitan batu gamping (limestone) dan bentang alam karst yang tandus dan kekurangan air permukaan. Bagian tengah merupakan cekungan Wonosari (Wonosari Basin) yang telah mengalami proses tektonik sehingga yang tampak dataran tinggi Wonosari. Jadi wajar jika masih banyak orang berpikir Gunung Kidul itu panas.

Namun, di balik anggapan tersebut, Gunung Kidul justru mempunyai pesona tersendiri. Gunung Kidul kaya wisata alam, mulai karst hingga pantai.

Untuk wisata pantai, warga Gunung Kidul patut bangga. Mereka memiliki banyak wisata pantai yang indah. Dari kawasan pesisir yang panjangnya sekitar 70 km, terdapat 15 kawasan wisata pantai yang menjadi andalan pariwisata di Gunung Kidul. Pantai-pantai itu tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Tepus, Tanjungsari, Girisubo, Saptosari, Purwosari, dan Panggang. Sebut saja Pantai Kukup, Pantai Gesing, Pantai Ngobaran, Pantai Krakal, Pantai Sundak, Pantai Sepanjang, Pantai Ngandong, dan Pantai Wediombo yang menghadirkan keindahan pasir putih, biota laut, dan terumbu karang. Ratusan jenis ikan hias dapat disaksikan langsung saat permukaan air laut tenang.

Kesan tandus bagi Gunung Kidul tertutupi potensi Pantai Baron, Pantai Ngrenehan, Pantai Siung, Pantai Drini, dan Pantai Sadeng yang merupakan andalan untuk pemasokan ikan laut segar di dalam negeri. Di antaranya, ikan bawal, tuna, kakap, layur, lobster, tongkol, pari,dan hiu.

Keindahan juga dihiasi dengan pepohonan pantai, seperti Pantai Drini, memiliki kekhasan pohon drini, yaitu sejenis perdu yang tumbuh di bebatuan Pantai Drini. Sayangnya, pohon drini mulai sulit ditemukan seiring dengan ulah tangan-tangan jahil yang mengambil pohon tersebut untuk dijual. Kini yang tersisa hanyalah tanaman-tanaman drini kecil yang tumbuh di bebatuan pantai.

Beberapa jenis ikan hias juga semakin sulit dicari, seiring dengan maraknya pemburuan ikan hias. Sering kali, penangkapan ikan tersebut menggunakan potas, yaitu zat kimia yang berfungsi memabukkan hewan, tapi dapat membunuh ikan-ikan kecil lainnya.

Ikan-ikan hias jenis scorpion, angel, dan lettersix yang biasanya mudah ditemukan di kawasan Pantai Krakal, dan Kukup, kini sulit dicari. Harganya pun sekarang sudah relatif mahal, di atas Rp100.000 per ekor. Demikian pula pemburuan terhadap terumbu karang semakin gencar, setiap set bisa laku Rp20.000-Rp50.000.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Kidul, objek wisata pantai menyumbang sekitar 95% dari retribusi pariwisata di Gunung Kidul. Meskipun demikian , pantai-pantai itu tidak digarap secara serius. Sebagian besar kawasan wisata pantai belum dilengkapi sarana pendukung yang utama, seperti listrik, transportasi umum, maupun keamanan pantai.

Dari 15 kawasan wisata pantai di Gunung Kidul, hanya Pantai Baron dan Kukup yang telah dilengkapi sarana listrik. Demikian pula transportasi umum hanya tersedia menuju ke kawasan Pantai Baron, Kukup, dan Drini.

sumber : http://jalanasik.com

Bunaken Sebuah Surga Terpendam

www.tips-fb.com Share on Twitter
Image
SULAWESI UTARA (Sulut) sangat terkenal dengan pariwisata bawah laut, Bunaken. Sebenarnya, banyak potensi wisata bawah laut lainnya di sini, misalnya kawasan pantai dan bawah laut di Minahasa Tenggara.
Nah, bila Anda sedang berlibur menikmati surga bawah laut Bunaken sangat dianjurkan untuk mencoba menyelami keindahan kehidupan bawah laut di kabupaten yang baru berdiri ini. Tepatnya di kawasan Ratatotok. Di sini setidaknya terdapat 13 titik penyelaman atau diving. Antara lain, Teluk Totok, Pulau Racun, Teluk Buyat, Teluk Sikoad, Teluk Bohaba, dan Pulau Tulang.

Untuk mencapai lokasi tersebut memang butuh “pengorbanan”, tapi sesampai di sana semua yang Anda korbankan pasti terbayar lunas. Untuk mencapai lokasi dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, butuh waktu hampir empat jam perjalanan darat.

Waktu tempuh tiga jam dilalui dengan kondisi jalan beraspal mulus dan selebihnya Anda akan merasakan perjalanan penuh lubang, off road! Obat antimabuk darat pun mesti disiapkan. Jangan khawatir soal alat transportasi.

Sebab, banyak taksi dan kendaraan yang bisa disewa berjajar di bandara. Tak terlalu mahal, hanya Rp550.000. Itu sudah termasuk bensin dan sopir dengan durasi 24 jam.

Dalam perjalanan, Anda yang pernah melintas di Puncak, Jawa Barat, pasti akan teringat daerah ini. Pasalnya, sepanjang jalan yang akan Anda temui adalah daerah pegunungan. Pada sisi kanan terdapat bukit berpohonan, sedangkan di sisi kiri terhampar pepohonan kelapa milik perkebunan rakyat menghiasi tepian jurang.

Soal makanan, wisatawan yang datang juga tidak perlu khawatir. Sebab, ada sejumlah tempat makan yang layak disinggahi. Contohnya, rumah makan Sineleyan yang ada di Tomohon. Tempat ini bisa menjadi pelampiasan Anda untuk memuaskan hasrat kuliner. Seperti namanya, Sineleyan banyak menyajikan menu dari ikan air laut dan air tawar. Tentunya diolah sesuai khas Manado.

Konsepnya menciptakan kenyamanan tersendiri karena berada di atas kolam besar. Udara pegunungan akan menambah nafsu makan Anda di sini. Selain diwarnai dengan pemandangan alam yang indah perjalanan berkelok, perjalanan juga naik-turun.

Nah untuk menghilangkan rasa mual atau bosan, singgahlah sebentar di warung-warung milik penduduk di daerah Pangu Ratahan. Mereka menjual beraneka buah-buahan hasil perkebunan, utamanya adalah buah salak. Rasanya cukup manis, tapi kalau ingin yang sedikit kecut juga ada. Harganya pun tak mahal.

Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam, sajian pemandangan sedikit berubah, tapi dijamin lebih mengasyikkan. Sebab, di sisi kiri pemandangan hamparan laut biru sangat sayang dilewatkan. Apalagi kalau lautnya berada pada sebuah teluk di mana terdapat banyak nelayan sedang menjaring ikan.

Pemandangan alam nan indah tentunya membuat Anda terbuai hingga tak sadar perjalanan sudah berakhir. Kalau sudah sampai di Ratatotok, tepatnya di Pantai Lakban, wisatawan bisa beristirahat sejenak menikmati indahnya alam di sini.

Kemudian, jangan lupa bernegoisasi dengan nelayan saat menyewa perahu yang akan mengantarkan Anda ke lokasi diving atau snorkeling. Biasanya para nelayan mematok harga sekitar Rp500.000. Nah, jika perahu sudah didapat serta peralatan menyelam sudah tersedia, Anda bisa segera meluncur ke-13 titik penyelaman.

Karena jaraknya yang lumayan jauh satu sama lain, wisatawan bisa menyinggahinya tidak dalam satu hari kunjungan. Hanya saja, sebagai “pemanasan” Anda bisa melakukan snorkeling di titik antara Pulau Dakokayu dengan daratan terluar dari Tanjung Ratatotok. Di sini, dapat dilihat kehidupan bawah laut secara jelas dari atas air tanpa harus menyelam lebih dalam.

Kawasan ini sedalam 5 meter. Selain terumbu karang alam, Anda juga bisa melihat terumbu karang dari reff ball yang ditanamkan PT NMR beberapa tahun lalu.

“Ada 3.000 reff ball yang disebar sejak 1999 di tujuh titik yang berguna untuk meningkatkan populasi ikan yang berkurang akibat global warming,” kata Jerry Konjansow, Manager Environment NMR.

Perairannya yang tenang sangat mendukung kelancaran kegiatan snorkeling. Bila kapal bergeser ke kanan, maka Anda akan menemukan Teluk Buyat. Teluk yang selama ini dipandang negatif. Namun, sebenarnya di tempat ini bisa digelar penyelaman dengan lokasi di ujung sebelah kiri Pantai Buyat sampai Teluk Buyat.

Tempat diving terbaik di lokasi yang miring karena di sini banyak ditemukan organisme laut yang unik. Gugusan Karang yang terhampar pada kedalaman 5?15 meter kaya akan organisme laut. Antara lain, nudibranch, ghost pipefish, leaffish, dan beragam jenis udang kecil.

sumber : http://jalanasik.com