Tampilkan postingan dengan label taman laut bunaken. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taman laut bunaken. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Oktober 2009

Bunaken Sebuah Surga Terpendam

www.tips-fb.com Share on Twitter
Image
SULAWESI UTARA (Sulut) sangat terkenal dengan pariwisata bawah laut, Bunaken. Sebenarnya, banyak potensi wisata bawah laut lainnya di sini, misalnya kawasan pantai dan bawah laut di Minahasa Tenggara.
Nah, bila Anda sedang berlibur menikmati surga bawah laut Bunaken sangat dianjurkan untuk mencoba menyelami keindahan kehidupan bawah laut di kabupaten yang baru berdiri ini. Tepatnya di kawasan Ratatotok. Di sini setidaknya terdapat 13 titik penyelaman atau diving. Antara lain, Teluk Totok, Pulau Racun, Teluk Buyat, Teluk Sikoad, Teluk Bohaba, dan Pulau Tulang.

Untuk mencapai lokasi tersebut memang butuh “pengorbanan”, tapi sesampai di sana semua yang Anda korbankan pasti terbayar lunas. Untuk mencapai lokasi dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, butuh waktu hampir empat jam perjalanan darat.

Waktu tempuh tiga jam dilalui dengan kondisi jalan beraspal mulus dan selebihnya Anda akan merasakan perjalanan penuh lubang, off road! Obat antimabuk darat pun mesti disiapkan. Jangan khawatir soal alat transportasi.

Sebab, banyak taksi dan kendaraan yang bisa disewa berjajar di bandara. Tak terlalu mahal, hanya Rp550.000. Itu sudah termasuk bensin dan sopir dengan durasi 24 jam.

Dalam perjalanan, Anda yang pernah melintas di Puncak, Jawa Barat, pasti akan teringat daerah ini. Pasalnya, sepanjang jalan yang akan Anda temui adalah daerah pegunungan. Pada sisi kanan terdapat bukit berpohonan, sedangkan di sisi kiri terhampar pepohonan kelapa milik perkebunan rakyat menghiasi tepian jurang.

Soal makanan, wisatawan yang datang juga tidak perlu khawatir. Sebab, ada sejumlah tempat makan yang layak disinggahi. Contohnya, rumah makan Sineleyan yang ada di Tomohon. Tempat ini bisa menjadi pelampiasan Anda untuk memuaskan hasrat kuliner. Seperti namanya, Sineleyan banyak menyajikan menu dari ikan air laut dan air tawar. Tentunya diolah sesuai khas Manado.

Konsepnya menciptakan kenyamanan tersendiri karena berada di atas kolam besar. Udara pegunungan akan menambah nafsu makan Anda di sini. Selain diwarnai dengan pemandangan alam yang indah perjalanan berkelok, perjalanan juga naik-turun.

Nah untuk menghilangkan rasa mual atau bosan, singgahlah sebentar di warung-warung milik penduduk di daerah Pangu Ratahan. Mereka menjual beraneka buah-buahan hasil perkebunan, utamanya adalah buah salak. Rasanya cukup manis, tapi kalau ingin yang sedikit kecut juga ada. Harganya pun tak mahal.

Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam, sajian pemandangan sedikit berubah, tapi dijamin lebih mengasyikkan. Sebab, di sisi kiri pemandangan hamparan laut biru sangat sayang dilewatkan. Apalagi kalau lautnya berada pada sebuah teluk di mana terdapat banyak nelayan sedang menjaring ikan.

Pemandangan alam nan indah tentunya membuat Anda terbuai hingga tak sadar perjalanan sudah berakhir. Kalau sudah sampai di Ratatotok, tepatnya di Pantai Lakban, wisatawan bisa beristirahat sejenak menikmati indahnya alam di sini.

Kemudian, jangan lupa bernegoisasi dengan nelayan saat menyewa perahu yang akan mengantarkan Anda ke lokasi diving atau snorkeling. Biasanya para nelayan mematok harga sekitar Rp500.000. Nah, jika perahu sudah didapat serta peralatan menyelam sudah tersedia, Anda bisa segera meluncur ke-13 titik penyelaman.

Karena jaraknya yang lumayan jauh satu sama lain, wisatawan bisa menyinggahinya tidak dalam satu hari kunjungan. Hanya saja, sebagai “pemanasan” Anda bisa melakukan snorkeling di titik antara Pulau Dakokayu dengan daratan terluar dari Tanjung Ratatotok. Di sini, dapat dilihat kehidupan bawah laut secara jelas dari atas air tanpa harus menyelam lebih dalam.

Kawasan ini sedalam 5 meter. Selain terumbu karang alam, Anda juga bisa melihat terumbu karang dari reff ball yang ditanamkan PT NMR beberapa tahun lalu.

“Ada 3.000 reff ball yang disebar sejak 1999 di tujuh titik yang berguna untuk meningkatkan populasi ikan yang berkurang akibat global warming,” kata Jerry Konjansow, Manager Environment NMR.

Perairannya yang tenang sangat mendukung kelancaran kegiatan snorkeling. Bila kapal bergeser ke kanan, maka Anda akan menemukan Teluk Buyat. Teluk yang selama ini dipandang negatif. Namun, sebenarnya di tempat ini bisa digelar penyelaman dengan lokasi di ujung sebelah kiri Pantai Buyat sampai Teluk Buyat.

Tempat diving terbaik di lokasi yang miring karena di sini banyak ditemukan organisme laut yang unik. Gugusan Karang yang terhampar pada kedalaman 5?15 meter kaya akan organisme laut. Antara lain, nudibranch, ghost pipefish, leaffish, dan beragam jenis udang kecil.

sumber : http://jalanasik.com

Senin, 15 Juni 2009

Menyelami Birunya Bunaken

www.tips-fb.com Share on Twitter
Suka snorkeling dan diving? Cobalah ke Bunaken. Kalau Anda baru dengar keindahannya dari cerita teman saja, rasanya belum lengkap. Soalnya kawasan konservasi laut yang sudah tersohor ini memang patut diselami.
Permukaan air laut Bunaken jelang siang itu di penuhi puluhan manusia berkaki katak sedang mengapung dengan pelampung berwarna orange. Mereka ada yang berkelompok, tak sedikit pula yang menyendiri. Tujuan mereka sama, menikmati keindahan bawah laut lewat masker bersnorkel.

Semakin siang, pengunjung yang datang semakin banyak. Ada yang menyewa speedboat, yacht, dan kapal kayu bermotor milik nelayan setempat. Bahkan beberapa orang sengaja ber-jetski.

Mereka datang ditemani pemandu yang sebagian besar mengetahui titik-titik terbaik untuk bersnorkeling maupun diving. Bahkan para pemandunya juga ikut memandu pesertanya yang hendak bersnorkeling ke tempat yang indah dan aman.

Dengan bersnorkeling, memang pengunjung dapat dengan jelas melihat aneka terumbu karang dan ikan hiss yang ada di Bunaken. Meskipun hanya di permukaan saja. Tapi itu sudah cukup membuat siapapun 'terhipnotis' dan betah berlama-lama hingga lupa waktu. "Aku baru ke sini, snorkeling aja, udah senang banget. Nanti kalau aku sudah bisa diving pasti balik ke sini lagi buat menyelami bawah lautnya," ujar Vita, wisatawan asal Jakarta yang tengah cuti kerja den berlibur ke Bunaken untuk kali pertama bersama 3 rekannya.

Sementara nun di bawah laut sana, terlihat manusia-manusia bertabung bergerak lamban sambil mengeluarkan gelembung-gelembung udara. Mereka tengah menikmati pesona bawah laut Bunaken yang luar biasa. Melihat mereka dari atas permukaan, rasanya timbul rasa iri sekaligus bangga. Iri karena mereka bisa menyelami keindahan Bunaken secara utuh, lebih dekat dengan terumbu karang dan biotanya yang beragam. Bangga karena mereka bisa menikmati salah salah satu keindahan alam bawah laut tersohor di Indonesia ini tanpa merusak terumbu karang apalagi membawa sampah. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini.

Dengan selam scuba, para penyelamat dapat menikmati aneka 'penghuni' bawah laut Bunaken lebih dekat, seperti Ikan Pelatuk yang memiliki sirip punggung yang dapat ditegakkan dan dikunci sehingga dia bisa tinggal aman dalam lubang di batu karang. Jangan mendekati sarang telur ikan ini, sebab ikan ini akan menyerang.

Ikan Gobi yang merupakan famili terbesar ikan terumbu, salah satu ikan gobi yang unik di sini adalah Gobi Udang yang hidup bersama dalam satu lubang pasir. Keduanya mempunya tugas berbeda, si udang menjaga kebersihan sarang sedang si-Gobi melindungi udang dari serangan lawan. Ada Barracudas yang berkelompok dalam jumlah besar dengan gigi tajam seperti gergaji hingga membuatnya pemangsa yang efektif di daerah terumbu karang.

Ikan lainnya Ikan Pedang dan Ikan Bertandung yang sama-sama memiliki sejenis pedang di bagian bawah ekornya. Pedang itu sebagai pertahanan dari serangan pemangsanya. Kadang digunakan untuk berkelahi dengan sesama untuk menentukan siapa yang menjadi pemimpin kelompoknya.

Ada lagi Ikan Bidadari yang memiliki sarang di wilayah sendiri. Ikan jenis ini membentuk kelompok terdiri atas 1 jantan dan sejumlah betina. Uniknya ikan ini lahir sebagai betina ketika dewasa berubah jantan. Keunikan lainnya, ikan ini mampu membuat tepukan dalam air. Mungkin karena keunikannya itulah, membuatnya disebut bidadari.

Masih ada lagi ikan lainnya seperti ikan kelelawar yang suka memperhatikan para penyelam terutama gelembung-gelembung udaranya. Juga ikan Sweetlips karena memiliki bibir yang sexy dan berotot. Selain ikan, juga ada berbagai reptil laut seperti ular dan penyu.

Keindahan laut Bunaken sebenarnya sudah puluhan tahun terindentifikasi oleh para penyelam tanah air. Namun pemerintah baru sadar dan kemudian Taman Nasional Bunaken (TNB) secara resmi ditetapkan sebagai salah satu taman nasional laut di Indonesia pada Oktober 1991, setelah lebih kurang 20 tahun keindahannya ditemukan oleh 3 orang pelopor usaha penyelaman daerah, yakni dr Hanny Batuna, Loky Herlambang, dan Ricky Lasut. Baru setelah kawasan ini tersohor oleh para penyelam internasional, pemerintah sadar lalu secara bertahap menetapkan wilayah seluas sekitar 89.000 Ha ini menjadi kawasan konservasi.

TNB terdiri dari beberapa pulau, yakni Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage, Pulau Manado Tua, berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Nain. Lokasi penyelamannya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu. Tercatat lebih kurang 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken yang Bering dikunjungi para penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di pulau inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. binding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

Tebing-tebing karang itu sudah bisa kita lihat dari atas kapal sebelum mencapai Pantai Bunaken. Airnya biru dengan ribuan ikan besar di bibir tebing, menciptakan pemandangan indah luar biasa.

Masyarakat TNB tersebar di sekitar 30 pemukiman baik di Pulau Nain, Siladen, Bunaken, Manado Tua, Daratan Utara, dan Daratan Selatan. Suku yang mendiaminya juga beragam antara lain Sangir Talaud, Bajo, Minahasa, Bantik, Bugis, Gorontalo, dan Jawa dengan profesi yang beragam seperti nelayan, petani, pedagang bahkan ada juga yang bisa keduanya yakni nelayan sekaligus petani. Perkawinan campuran pun tak terhindari di sana. Kendati demikian, mereka hidup rukun dan damai.

Tips Perjalanan

Pulau Bunaken seluas 8,08 Km2 di Teluk Manado merupakan bagian dari Kota Manado, ibukota Provinsi Sulawesi Utara. Di sekitar pulau ini terdapat Taman Laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Laut Bunaken.

Tak sulit menggapainya. Dari Pelabuhan Marina, Manado Anda bisa Carter kapal wisata Rp750.000, waktu tempuhnya selama sekitar 1 jam. Kapal berkapasitas 15 orang ini dilengkapi pelampung, tempat duduk, dan dua kaca berbentuk aquarium untuk melihat terumbu karang dan ikan hias dari atas kapal.

Kalau Anda mau snorkeling, biayanya Rp 100.000 sudah termasuk masker dan sepatu katak serta kapal kayu bermotor pergi-pulang dari Pantai Bunaken ke lokasi.

Sumber: Majalah Travel Club